Anggota Rohis

Dengan Penuh semangat semoga kita semua dapat menjalankan amanah dan tanggung jawab pada Rohis SMA N 1 Demak dengan sebaik-baiknya,
@ROHIS 2011-2012. :)

Idul Adha

Alhamdulillah 2 kerbau dan 1 kambing berhasil di sembelih dan di bagikan kepada warga oleh Rohis SMA N 1 Demak,
Pada Tanggal 10 Dzulhijjah 1433 H/ 6 Nopember 2011.

Peringatan Maulid Nabi

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di selenggarakan di mushola pada tanggal 12 rabiul awal.
Acara ini diikuti oleh anak ROHIS dan sebagian siswa - siswi SMA N 1 Demak. Alhamdulillah berjalan dengan lancar. :)

ROHIS Angkatan 2009-2010

Walaupun badan ini terpisahkan oleh tempat tapi kami tetap akan bersama dalam Perjuangan.

This is featured post 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Islam itu Mudah dan Ringan

0 komentar

Islam itu Mudah dan Ringan
Diantara modal utama berdirinya benteng yang kokoh pada setiap jiwa muslim adalah membangun kesan bahwa Islam itu sebenarnya mudah dan ringan.

Sepertinya masih menjadi fenomena yang melekat pada diri ummat Islam kalau keberadaannya dalam Islam telah memaksanya untuk melaksanakan perintah-perintah keislaman yang dirasanya memberatkan dan menyulitkan. Kenyataan ini terjadi karena dua  factor utama,

pertama mentalitas keislaman ( internal ),

kedua, rongrongan dari musuh terutama syetan ( eksternal ).


Satu diantara strategi musuh tersebut yang harus kita waspadai karena sudah cukup berhasil adalah menimbulkan kesan bahwa keta'atan akan ajaran Islam menjadi sesuatu yang sangat memberatkan dan penyimpangan terhadap ajaran Islam dikemas seperti bagian dari ajaran Islam. Keberhasilan strategi inilah yang telah membuat rapuhnya mental ummat Islam dalam menjalani segala peraturan Islam yang tertuang dalam al-Quran dan as-Sunnah.

Meski begitu, rongrongan para musuh Allah dalam upayanya melemahkan semangat ber-Islam sebenarnya akan menurun seiring benteng pertahanan dalam diri yang kian kokoh. Diantara modal utama berdirinya benteng yang kokoh pada setiap jiwa muslim adalah membangun kesan bahwa Islam itu sebenarnya mudah dan ringan. Ajaran Islam itu fleksibel dan bijak. Melaksanakan ajaran Islam itu menjamin ketenangan dan membawa kebaikan. Mari kita sama-sama cermati hadits berikut ini :


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوهُ وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَافْعَلُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلَافُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ - مسلم -

Abu Hurairah bercerita bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apa yang telah aku larang untukmu maka jauhilah. Dan apa yang kuperintahkan kepadamu, maka kerjakanlah dengan sekuat tenaga kalian. Sesungguhnya umat sebelum kalian binasa karena mereka banyak tanya, dan sering berselisih dengan para Nabi mereka." ( Hr. Muslim )

Hadits di atas mengungkap pesan utama dari Rasulullah agar bagaimana segenap ummatnya bersikap terhadap perintah-perintah Allah yang disampaikan melalui lisannya. Kecermatan dalam menyikapi pesan dalam hadits ini merupakan modal dasar dalam menjalani keislaman secara totalitas. Karena meyakini bahwa Islam ternyata berada pada jalur fitrah manusia yang sesungguhnya. Islam sangat tahu kebutuhan setiap insan. Menjalani keislaman secara serius akan membawa pada eksistensi manusia secara utuh. Karena ternyata, Islam tidak memaksakan sesuatu yang bukan menjadi kebutuhan manusia atau di luar kemampuan manusia.

"Apa saja yang aku larang kamu melaksanakannya, hendaklah kamu jauhi" merupakan pesan pertama yang disampaikan Rasulullah dalam hadits di atas. Pesan ini menunjukkan sifat yang mutlak bahwa semua larangan harus dijauhi. Karena secara umum, menjauhi larangan tidak membutuhkan proses, lebih simple dan sederhana. Tapi kemutlakan tersebut bukan tanpa kecuali. Jika ternyata menjauhi larangan didapati adanya rintangan yang menghalang, larangan tersebut menjadi boleh dilanggar. Contohnya dibolehkan makan bangkai dalam keadaan darurat.

Pesan selanjutnya "Apa saja yang aku perintahkan kepadamu, maka lakukanlah menurut kemampuan kamu". Luar biasa, ketika pesan Rasulullah saw. terkait larangan cenderung mutlak, ternyata terkait perintah, cukup fleksibel dan bijak. Memang perintah kadang butuh proses. Ketika berproses itulah, perntah dilaksanakan sampai di tingkat mana kemampuan kita berada. Selama jujur akan kemampuan kita, Allah akan menghargai jerih payah kita meski hanya sampai di tengah proses bahkan di awal proses. Membayar zakat fitrah misalnya, bayarlah ia untuk semua orang yang menjadi tanggungannya, bila tidak bisa semuanya, bayar sebagian saja, kalau ternyata memang sama sekali tidak mampu, Allah memakluminya. Keinginan kuat untuk membayarnya walau tidak kesampaian, Allah menghargainya. Dan ia berhak mendapat jatah dari pembagian zakat fitrah tersebut.

Inti dari apa yang saya paparkan di atas adalah bangunlah positif thinking terhadap ajaran Islam yang kita anut. Jangan dulu memandang bahwa ajaran Islam mengebiri kebebasan dalam beraktifitas. Seringkali orang menggerutu kalau dirinya harus ini harus itu, shalatlah, shaumlah, padahal saya kan lagi sibuk. Begitulah ketika orang melihat kehidupan ini secara sepihak. Hidup hanya dilihat dengan kaca mata materi duniawi saja. Cobalah kita Bangun keseimbangan dalam memandang makna hidup ini. Tidak hanya fisik yang butuh perhatian, namun juga ruh kita. Untuk ketahanan hidup berupa fisik, tanpa disuruh, orang sudah bergerak sendiri. Tapi untuk ketahanan ruh, jangankan menunggu kesadaran sendiri, coba diberi kesadaran pun orang cenderung menghindar.

Pemenuhan akan kebutuhan ruh yang saya maksud tiada lain menta'ati apa yang telah digariskan dalam ajaran Islam. Ketika pemenuhan kebutuhan ruh itu semestinya segera dilakukan, rintangan segera menghadang, termasuk negative thinking terhadap ajaran Islam tersebut. Padahal sekali lagi, apa yang susah dari Islam? apa yang berat dari Islam? semuanya sudah diatur sesuai dengan kemampuan masing-masing. Tidak ada paksaan kecuali semuanya hanya bagian dari komitmen dengan keislaman yang dianutnya.

Mari kita hindari untuk terlalu banyak menimbang-nimbang dan fikir-fikir ketika hendak mena'ati ajaran Islam. apalagi kalau sampai bertanya-tanya mengapa dan bagaimana dengan ajaran ini. Karena sikap seperti itulah yang telah membuat banyak celaka ummat terdahulu.

Wallahu a'alm
http://www.percikaniman.org

Optimisme di pagi hari

0 komentar

Wahai anakku, bangunlah, saksikan rezqi Tuhanmu dan janganlah kamu menjadi golongan orang-orang yang lalai, karena sesungguhnya Allah

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, ''Tiada suatu hari bagi para hamba yang bangun pagi-pagi kecuali dua malaikat akan turun. Salah satu dari malaikat itu berkata, 'Ya Allah, berikanlah kepada orang yang bersedekah dengan pahalanya.' Malaikat yang kedua berkata, 'Ya Allah, berikanlah kerusakan pada orang yang kikir'.'' (HR Bukhari).

Hari terus berganti, roda kehidupan tak henti menggelinding. Manusia sebagai bagian dari alam yang terus bergerak ini, hendaknya bisa memanfaatkan momentum untuk mendapatkan kebaikan, dari hari ke hari.

Pagi hari mengawali denyut aktivitas manusia yang berbeda-beda. Manusia keluar dari rumah, menyebar di muka bumi, mencari penghidupan, dan meninggalkan sejenak keluarga di rumah. Wajah-wajah segar setelah beristirahat semalam mengiringi langkah yang optimistis.

Pagi selalu hadir dan itu berarti optimisme untuk mendapatkan sesuatu yang lebih dari apa yang mungkin didapatkan di hari kemarin. Dan, memang demikianlah manusia; harus senantiasa optimistis, seoptimistis pagi yang selalu menyapa.'

Mengawali hari dengan niat baik dan dengan aktivitas yang baik adalah karakter yang seharusnya dimiliki oleh orang Mukmin. Sehingga, hari demi hari, kebaikanlah yang ia dapatkan. Tidak hanya kebaikan yang sifatnya materi, tetapi juga nonmateri.

Momentum pergantian hari dengan demikian justru menjadikannya semakin mulia di mata Allah SWT dan terhormat di mata manusia. Hasil yang didapatkannya pun bermanfaat buat dirinya dan keluarga serta lingkungan sekitar.

Pada hadist di atas, Rasulullah SAW mengungkapkan ada dua malaikat yang setiap pagi mendoakan manusia. Satu mendoakan kebaikan dan satunya lagi mendoakan keburukan.

Manusia yang memulai hari dengan baik (digambarkan dengan orang yang bersedekah) akan didoakan kebaikan oleh malaikat. Sementara manusia yang memulai hari dengan buruk (digambarkan dengan orang kikir) akan didoakan keburukan oleh malaikat lainnya.

Namun kerap kali, aktivitas manusia yang begitu padat membuatnya lupa untuk berniat melakukan kebaikan di pagi hari. Akibatnya, yang dihasilkan di hari itu pun hanya keuntungan yang sifatnya materi, kalau tidak malah kerugian karena sudah berniat buruk.

Rasulullah SAW, melalui hadist itu, mengingatkan kita untuk selalu mengawali hari dengan kebaikan. Awal yang baik akan menghasilkan akhir yang baik pula.

Beberapa Tips agar bisa menjadikan Pagi Hari dengan semangat dan optimis;

1. Awali Tidur dan Akhiri dengan berdoa
Hudzaifah r.a. dan Abu Dzarr keduanya berkata : Adalah Rasulullah saw. jika akan tidur membaca : bismikallahumma ahya wa amutu (Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan mati), dan apabila bangun tidur membaca ; alhamdulillahil ladzi ahyana ba'da ma amatana wailaihin nusyur (Segala puji bagi Allah yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepada Allah akan bangkit). (HR.Bukhari)

2. Ketika Bangun Tidur selalu Ingatlah Allah,  Jangan dahulukan memikirkan Dunia dulu.
3. Jangan Tidur lagi
Dari Fathimah binti Muhammad RA ia berkata : Rasulullah SAW melewati aku sedangkan ketika itu aku tiduran di waktu pagi. Maka beliau menggerak-gerakkan aku dengan kaki beliau, kemudian bersabda, "Wahai anakku, bangunlah, saksikan rezqi Tuhanmu dan janganlah kamu menjadi golongan orang-orang yang lalai, karena sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla membagi rezqi manusia antara terbit fajar sampai terbit matahari". [HR. Baihaqi]

4. Aktif Bekerja dengan Niat Ibadah
Dari Salim, dari ayahnya, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah cinta kepada orang mukmin yang aktif ". [HR. Baihaqi]

5. Harapkanlah Keberkahan. Kuantitas tanpa keberkahan adalah kerugian

Kirim Artikel

0 komentar

Anda berminat berkontribusi di blog ini dengan mengirim artikel? silahkan kirim artikel anda dengan mengisi form dibawah ini :

pilihan kategori artikel yang dikirim
1. Pengetahuan
2. Pendidikan
3. Teknologi
4. Sains
5. Motivasi


Name *

First

Last
Email
uraian sedikit mengenai artikel *
lampirkan file *
dalam bentuk .doc
Pilih Kategori
 Pengetahuan 
 Pendidikan 
 Teknologi 
 Sains 
 Motivasi 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...